PENANAMAN MORAL KAPITAL

Moral kapital adalah, moral murni yang datangnya dari dalam dirinya, yaitu moral yang memang sudah ada pada diri setiap manusia yaitu sebagai suatu pembeda dengan makhluk diluar manusia. Moral murni bisa disebut moral bawaan/ moral bawaan dari Tuhan yang Maha Esa, bisa disebut HATI NURANI.

Pelanggaran terhadap moral murni, mengakibatkan hati yang tidak nyaman, merasa menyesal, merasa bersalah, merasa ketakutan, merasa malu. Terutama bagi yang memiliki kecerdasan emosi dan sikap yang kuat (positif).

Seiring dengan perjalanan sejarah manusia, hati nurani (Moral Kapital) bisa saja tidak berfungsi sama sekali bagi sebagian dari manusia disebabkan adanya pengaruh. kemiskinan budaya, kemiskinan kepribadian. Yang mengakibatkan atau berdampak buruk dalam kehidupan sosial yaitu, berupa pencurian.

Pencurian nyawa, pencurian ekonomi/ harta benda, pencurian politik, pencurian kedudukan/ jabatan, harga diri. pencurian cinta, pencurian SDA (Sumber Daya Manusia), pencurian kebudayaan, pencurian nama baik, pencurian anggota keluarga, pencurian hasil ujian/ nyontek dalam dunia pendidikan, pencurian waktu, pencurian tenaga, pencurian hak-hak wanita, pencurian hak anak-anak, hak keluarga, pencurian kekayaan negara, perusahaan, hak-hak rakyat. pencurian kebahagian, kesenangan, ketenangan, kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, kesempatan. Pencurian kerukunan antar warga, antar agama, antar suku, antar bangsa, antar negara, antar manusia. pencurian kemerdekaan dan lain-lain.

Dalam menanggulangi hal – hal tersebut diatas atau bisa disebut (pengaruh), atau kemiskinan kultural adalah dengan cara menanamkan moral kapital atau HIKMAT DAN KEBIJAKSANAAN yang bisa disebut menanamkan Pesan Mulia Tuhan disetiap individu, untuk memberikan stimulus rangsangan terhadap setiap individu agar terdorong untuk berkeinginan berbudi Pekerti luhur.

Penanaman Moral Kapital bertujuan Untuk :

Memerangi 9 sifat Kesetanan Menuju 9 Sifat Ke Tuhanan :

  1. Inkonsisten (Munafik) menuju Konsisten
  2. Antipati (Benci) menuju Simpati
  3. Animus (Dendam) menuju Afeksi
  4. Politeis (Syirik) menuju Monoteis
  5. Invidions (Dengi) menuju Motifatif
  6. Narsis (Riya) menuju Eksistensi
  7. Snobis (Sombong) menuju Respect
  8. Fiktif (Takabur) menuju Logis
  9. Aties (Musryik) menuju Teis

Proses Menanamkan Moral Kapital :

Moral Kapital sesungguhnya adalah Sinar Kuasa Tuhan yang bisa disebutkan sebagai: Hikmat kebijaksanaan yang bersumber daya ke Tuhanan Yang Maha Esa. Dan memberikan kuasa Tuhan demi Kecerdasan setiap Individu.

HIKMAT dalam kamus Bahasa Indonesia berarti kuasa Tuhan atau Kesaktian Tuhan kebijaksanaan berarti kecerdasan. Menanamkan moral kapital berarti memberikan moral kapital kepada setiap individu.

Pemberian dari Tuhan yang berbentuk kasih sayang Tuhan Yang Maha Agung keberadaannya kepada seluruh umat manusia di dunia untuk mengikat kuat dalam persaudaraan tanpa membeda-bedakan suku dan bangsa, ras agama. Didalam tanah Nusantara – Bumi Bhineka Tunggal Ika. Berlandaskan Tuhan yang Maha Kuasa (Tuhan yang Maha Mengatur) berdasarkan TAN HANNA DHARMA MANGRWA tidak ada Kebenaran yang Mendua.

Bilamana manusia dalam kehidupannya, menginginkan kehidupannya, lingkungannya serta harapannya untuk menjadi yang lebih baik, maka manusia harus BERSUMPAH/ BERJANJI atau BERIKRAR kepada Tuhan yang Maha Esa, sebab Sumpah, Ikrar atau Janji tersebut bisa membangkitkan diri sendiri dan manusia serta alam sekitarnya untuk saling mengikat dalam persekutuan berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Agung.

Seraya memohon kepada Tuhan yang Maha Kuasa, untuk pemulihan atau menjadikan bangsa dan negara dimana tempat kita berlindung menjadi bersatu, berdaulat, berkebudayaan dan berkepribadian menuju negara yang adil dan makmur.

Hanya orang-orang yang sudah mengikat janji disisi Tuhan Yang Maha Kuasalah yang berhak mendapat pertolongan.