Lengkaplah sudah kertas kerja kami ini, untuk mengajak semua elemen bangsa untuk mewujudkan cita-cita pada pendiri bangsa ini menjadi negara yang aman, makmur, berketertiban dan mendapat kasih sayang dari Tuhan Yang Maha Esa. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia, menuju Indonesia sebagai Mercusuar Dunia berdasarkan Pesan Mulia Tuhan.
Kalimat-kalimat yang diucapkan Bung Karno yang sangat memberikan inspiratif bagi penulisan kertas kerja ini antara lain:
- “Jadi kalau saudara ingin Pancasila, lebih dahulu harus mengerti ini: Meja statis, LEAD STAR Dinamis (Soekarno 1958). Maksud kalimat ini adalah sebagai berikut: Pancasila Statis meliputi produk-produk hukum (UUD 45 dan seluruh produk-produk hukum yang lain yang timbul di dalam negeri ini) – Politik. Pancasila LEAD STAR Dinamis ialah berupa perbaikan watak, sikap, mental, karakter, bangsa secara menyeluruh berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa (Penghayatan). Inilah yang dibidangi oleh PPMPN
- “KeTuhanan Yang Maha Esa itu, tidak hanya dengan dasar hormat-menghormati agama masing-masing, melainkan menjadi dasar yang memimpin ke jalan kebenaran dengan itu memperoleh fundamentalnya”
- “Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa, segenap rakyatnya hendaknya berTuhan secara kebudayaan yakni tidak ada egoisme agama”
Maksud kalimat ini adalah bahwa, seseorang yang berTuhan dan berkebudayaan akan menjadikan dirinya dan golongannya sebagai orang-orang yang baik tetapi penuh toleransi, tidak fanatik, tidak saling menjatuhkan, tidak saling menyerang, ataupun mengucilkan. Tetapi justru menjadi manusia-manusia berTuhan yang sanggup mewujudkan sifat-sifat kebaikan Tuhan yang dipujikanNYA.
Agama seharusnya dapat memberikan kontribusi besar bagi terciptanya budaya demokrasi dan kemajuan bangsa. Bukan malah sebaliknya, bahkan jangan sampai agama itu untuk mengahncurkan warisan luhur bangsa dan kreatifitas bangsa.
Dengan memanjatkan rasa puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penulisan konsep Program Pembangunan Manusia Pancasila Nusantara (PPMPN) sebagai tahap awal, yang bisa dikatakan selesai. Sekalipun masih jauh dari sempurna.
Namun bila konsep awal penulisan ini dapat diterima oleh pemerintah maka penulisan tahap berikutnya akan kami sempurnakan sesuai proses panjang sejarah pergerakan PPMPN ini.
Kami PPMPN, tidak terlalu banyak berharap kepada pemerintah, hanya sedikit yang kami harapkan dari pemerintah. Yaitu bagaimana caranya antara kami (PPMPN) sebagai bagian anak bangsa yang terorganisir ini (sekalipun kami bukanlah sebuah organisasi) bisa menjadi mitra pemerintah melalui system diferensiasi. Dan CHARACTER BUILDING dimana Program Pembangunan Manusia Pancasila Nusantara, dapat dilaksanakan secara seksama dan bisa diselenggarakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Kami berjuang sejak jaman pemerintahan Presiden Soeharto hingga pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan kami tidak bosan-bosan dan akan terus berjuang sesuai Pesan Mulia Tuhan Yang Maha Esa. Karena kami menginginkan negara kita ini, maju dan lebih baik sesuai Pesan Mulia Tuhan yang Maha Agung itu.
Kami tidak jahat, perjuangan kami demi terciptanya kehidupan berbangsa, bernegara serta bermasyarakat yang rukun damai dan diberkati dan dirahmati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kutipan kalimat dalam kitab SUTASOMA yang ditulis oleh MPU TANTULAR, “BWAT BAJRANAYA PANCASILA YA GEGEN DEN TEKI HAWYA LUPA” artinya: selain menggelar spiritualitas, Pancasila agar dipergunakan sebagai pegangan kehidupan semua manusia, jangan lupa itu.