MITOLOGI PANCASILA

Mitologi PANCASILA diisyaratkan dalam (Undang-Undang Penjelasan atas Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951, Tentang lambang Negara dalam Pasal 3), Menyatakan bahwa GARUDA adalah MITOLOGI.

MITOLOGI adalah Ilmu dalam bentuk sastra yang mengandung Filosofi CERITA SUCI mengenai kehidupan suatu kebudayaan. Mitologi yang dikeramatkan, di agung-agung kan secara berlebih-lebihan disebut MITOS. MITOLOGI tentang GARUDA PANCASILA, Sebaiknya tidak sekedar sebuah cerita suci yang di dengar dan di perdengarkan saja. Tetapi cerita Kesucian Garuda ini, harus mampu menjadi sebuah TUNTUNAN bagi manusia Indonesia Khususnya dan Manusia seluruh dunia pada Umumnya. Di samping isyarat di atas (Pasal 3) tadi, Garuda pun di lukiskan dalam Candi Dieng, Candi Prambanan, Candi Cetho, Candi Sukuh dan Candi Penataran. Garuda juga terkenal baik oleh para Archeologi, dalam kesusastraan, dan dalam Mitologi Indonesia. Lencana Garuda juga pernah di pakai oleh Prabu Airlangga pada abad ke sebelas, dengan nama GARUDA MUKHA. Pergerakan Indonesia Muda (tahun 1928) juga pernah memakai panji-panji sayap Garuda. Mitologi yang GARUDA yang sesuai dengan Kebudayaan Nusantara (tanah air) kita juga temukan di dalam Kitab Mahabarata. Tepatnya di bagian Pertama yaitu Adiparwa.
Diceritakan bahwa Garuda itu adalah anak dari Begawan Kasyapa. Konon Begawan Kasyapa itu memiliki dua istri yaitu Kadru dan Winata. Setelah sekian lama mereka belum memiliki anak, kemudian Bagawan Kasyapa memberikan 1000 butir telur kepada KADRU, dan dua butir telur kepada WINATA. Telur milik Kadru akhirnya menetas, dan menjadi seribu ekor ular yang sakti dan pintar-pintar. Akhirnya anak-anak dari telur Kadru itu menguasai dalam bidang Pendidikan, Politik, Ekonomi dll.
Akan tetapi telur – telur Winata belum juga menetas. Karena Winata merasa malu, lalu dengan sengaja Winata memecahkan salah satu telurnya karena ketidak sabarannya. Maka terlahirlah dari telur itu SEEKOR BURUNG KECIL YANG TIDAK SEMPURNA bentuknya, Cacat tidak berkaki, serta Sayap yg lemah. Burung itu di beri nama dengan sebutan ANARUH. Akhirnya burung itu tidak sesuai dengan harapan Winata ibunya, disamping cacat kerdil , tetapi juga tidak memiliki Kekuatan/ Kesaktian sama sekali. Tidak bisa di harapkan bisa menolong ibunya (Winata).
Kemudian telur milik Winata yang tinggal satu – satu nya itu dirawat dan dipelihara baik-baik olehnya. Akhirnya telur Winata tersebut menetaslah secara alami dan terlahirlah Burung Garuda yang Sempurna, Gagah, Besar, Memiliki Cakar dan Kaki yang kuat, Sayap yang kuat, Bersinar dan Sakti. Dengan memakai Kalung AMERTA yang di kalungkan didadanya untuk menolong ibunya dari penindasan KADRU dan anak-anaknya.
Singkat cerita berkat kesaktiannya, serta cakarnya yang kuat, selamatlah ibunya dari penindasan Kadru dan anak-anaknya yang berjumlah 1000 ular sakti dan pintar-pintar.


Cakar yang Kuat merupakan Ikatan dalam BHINNEKA TUNGGAL IKA, Air AMERTA melambangkan Air kehidupan dalam bentuk Perisai PANCASILA.
(Berketuhanan Yang Maha Esa, Berkemanusiaan yang Adil dan Beradab, Memiliki Rasa Persatuan, Senatiasa Bermusyawarah, Akhirnya membuakan Keadilan Sosial).

Dalam hal ini ada kaitannya dengan keadaan di Negeri kita seperti dalam Mitologi Garuda ini. Dimana Pemerintah pernah Mencetuskan PANCASILA REBORN Artinya Terlahir kembali menjadi PANCASILA YANG SAKTI, GARUDA NYA BERSINAR, SAKTI, Memiliki CAKAR YANG KUAT, SAYAP yang Kokoh, dan Paruh yang Tajam serta Kuat. Berkat SUMPAH PANCASILA.