PROGRAM PEMBANGUNAN MANUSIA PANCASILA NUSANTARA

Bung Karno menyadari betul bahwa karakter bangsanya itu, masih sangat buruk dan rendah akibat dari ratusan tahun bangsa Indonesia mengalami hidup dalam penjajahan. Maka dicetuskanlah rencana-rencana besar Bung Karno itu dalam sidang Umum PBB di Amerika tahun 1960 dengan tema : NATIONAL CHARACTER BUILDING TO BUILD OF THE WORLD A NEW (Membangun Karakter Nasional untuk membangun dunia baru), alih-alih menjadi kenyataan, justru Bung Karno keburu tumbang, akibat terjadinya tragedi kemanusiaan yang sungguh sangat memilukan tahun 1965.
Dalam sebuah buku karangan MOCHTAR LUBIS yang berjudul ” MANUSIA INDONESIA ” sekitar tahun 80’an (Mochtar Lubis adalah Wartawan Senior pemilik Harian Indonesia Raya). Dalam karangan bukunya Beliau mengelompokkan ciri-ciri Bangsa Indonesia dari sudut pandang buruknya :
- Gemar dengan dukun, klenik, mistik, tahayul, jimat-jimat dan lain-lain.
- Bangsa yang mudah diadu domba.
- Bangsa yang tak perduli dengan sesama ciptaan Tuhan.
- Bangsa yang gemar saling memfitnah.
- Bangsa yang suka mencuri.
- Bangsa yang gemar membicarakan keburukan atau kejelekan sesama ciptaan Tuhan.
- Bangsa yang tidak mau atau tidak suka dikritik.
- Bangsa yang kurang bertanggung jawab.
- Bangsa yang pemalas dan sombong.
- Bangsa yang sangat sulit untuk disiplin.
- Bangsa yang gemar membesar-besarkan suatu permasalahan.
- Bangsa yang gampang emosi dan amarah.
Dalam kondisi masyarakat yang jahil (kegelapan) persahabatan hancur, karena setiap warganya berlomba-lomba saling mengkhianati terhadap sesama, kepercayaan musnah, hukum serta institusi lumpuh sehingga tidak lagi sanggup menegakkan kepatuhan, penyalahgunaan kekuasaan semakin berani terang-terangan, ketamakan dan keserakahan di dorong ambisius dan syahwat untuk meraih/ mendapatkan kehormatan merajalela, kejujuran dan kebaikan dimusuhi, sedangkan kejahatan diagung-agungkan/ di puja-puja.
Dalam kehidupan publik adalah merupakan refleksi nilai-nilai (kualitas) moralitas, Sejauh ini kehidupan publik kita menampilkan nilai-nilai buruk. Pergaulan dan etika sudah terpisahkan seperti air dan minyak. Keadaan tersebut mendorong kesadaran, bagaimana cara untuk memulihkannya. Kondisi yang sungguh sangat memprihatinkan saat ini harus segera dilakukan secara total untuk penyembuhan/ pemulihan, bagi kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat. Salah satunya caranya adalah : Memperkuat kembali landasan etika sebagai karakter bangsa dan landasan dasar nyawa bangsa/ falsafah bangsa, jalan hidup bangsa sendiri Yaitu : ” PANCASILA ”
Sudah banyak ditulis oleh para ahli sejarah tentang PANCASILA ini. Namun ketidak taatan, keteledoran dan penyelewengan atas nilai-nilai PANCASILA oleh bangsa sendiri terutama oleh para penyelenggara Negara, akibatnya fungsi PANCASILA sebagai BINTANG PENUNTUN (LEAD STAR DINAMIS) itupun redup oleh kabut-kabut kegelapan di dalam hati setiap insan-insan manusia.
Gelap kepada nilai-nilai keluhuran budi pekerti, tata krama, sopan santun yang akhirnya lengkaplah sudah menjadi bangsa yang gelap, merasa asing terhadap jati dirinya sendiri terhadap jati diri bangsanya sendiri
Sejak Program P4 dihentikan, bangsa Indonesia seperti semakin hari semakin jauh dari jati dirinya (PANCASILA). Kalangan-kalangan tertentu justru dari golongan anak-anak muda seperti telah kehilangan jati dirinya sebagai bagian bangsa Indonesia. Ditandai dengan adanya gerakan-gerakan radikal, tawuran antar kampung, perang antar suku, perang antar keyakinan beragama dan perilakunya aneh-aneh yang sungguh mencemaskan bagi seluruh bangsa Indonesia.
Dengan kronologis seperti hal tersebut diatas oleh Bapak Presiden Ir. H Joko Widodo difasilitasilah dengan setingkat mentri yaitu Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Beberapa waktu yang lalu dicetuskannya REVOLUSI MENTAL yang bisa di maknai sebagai : PEMBANGUNAN KARAKCTER SECARA NASIONAL.
Dengan latar belakang keadaan seperti hal tersebut : Kami sebagai bagian anak bangsa terpanggil, sebagai bentuk tanggung jawab kami yang menginginkan keadaan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia ini. Melalui proses yang panjang sejak tahun 1969 hingga saat ini, Kami atas dasar desakan/ dorongan keinginan luhur juga atas dasar ” PESAN MULIA TUHAN ”, Kami menyadari dan merupakan suatu keharusan untuk secepatnya membantu kelancaran Pemerintah, dan meringankan pekerjaan Pemerintah/ Negara. Dengan menyelamatkan Bangsa Dan Negara dari KEGELAPAN terhadap Tuhan melalui PROGRAM PEMBANGUNAN MANUSIA PANCASILA NUSANTARA [ PPMPN ].
Penyebaran Management Concept PROGRAM PEMBANGUNAN MANUSIA PANCASILA – NUSANTARA dalam wilayah yang sangat luas seperti NKRI, secara terus menerus dan berkesinambungan, tentu memerlukan tenaga yang sangat besar dan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu PPMP-NUSANTARA, melaksanakan program tersebut melalui rumah binaan-rumah binaan yang tersebar di seluruh Nusantara.
Rumah-rumah binaan untuk sementara ini meliputi daerah-daerah antara lain :
- Wilayah Pusat : DKI Jakarta, Bekasi, Tanggerang dan Cikarang.
- Wilayah Jawa Barat : Bandung, Cirebon dan Kuningan.
- Wilayah Jawah Tengah : Kendal, Purworejo, Klaten.
- Wilayah Sumatra : Palembang, Lampung Tanjung Raja, Bengkulu, Muara Enim.
Sebab kita menyadari, sehebat apapun Management Conceptnya, secanggih apapun teknologi yang dipakai, sebesar apapun anggaran yang di gelontorkan/ dikeluarkan hasilnya hanya akan beda-beda tipis dengan Penataran P4 yang diselenggarakan pada zamannya SOEHARTO. Artinya tidak membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan Bangsa dan Negara. Dan Terbentuknya manusia-manusia yang Pancasilais yang bisa diharapkan mampu memperbaiki keberadaan bernegara, ataupun dalam masyarakat pada umumnya.
Karena menurut hemat kami, hanya dengan cara melalui PROGRAM PEMBANGUNAN MANUSIA PANCASILA NUSANTARA (PPMP NUSANTARA), Pembinaan Manusia Pancasila, Dapat terselenggara dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Serta memperoleh keberhasilan yang sesuai dengan harapan.
menciptakan kesadaran dan paham dalam diri tentang adanya pancasila di diri sendiri yg harus di kembangkan, agar terciptanya PANCASILA SEBAGAI PENUNTUN MENUJU KESELAMATAN .
MANTAP
Ppmp Nusantara maju terus,semangat ….
Mantab
Benar sekali melalui program pembanguan manusia Pancasila mampu merobohkan hati dan pikiran menjadi manusia Pancasila yg lebih mengandalkan Sumber daya Tuhan sebagai Sumber segala Sumber kekuatan dlm diri setiap manusia.
PPMP NUSANTARA
BRAVO . Tuhan memberkati
PPMP NUSANTARA
BRAVO . Tuhan memberkati
Program Pembangunan Manusia Pancasila Nusantara memiliki visi dan misi yang unik dalam pembinaan manusia Pancasila. Dengan adanya Tim yang kuat dalam mewujudkan misi membentuk manusia Pancasila di Nusantara bukanlah suatu hal yang tidak mungkin utk membantu dalam implementasi pembinaan ideologi Pancasila di segala aspek hidup masyarakat.
Maju terus PPMP Nusantara untuk mewujudkan cita2 Ir. Soekarno melalui Trisakti Pancasila: Berdaulat di bidang Politik, dan Berdikari di Bidang Ekonomi, serta Berkepribadian melalui Budaya Nusantara.
Pembumian PANCASILA dengan SALAM PANCASILA tidak cukup dan g ada efek suer ga ada efeknya. maka harus ada Program Pembangunan Manusia Pancasila Nusantara yang menyertainya, tanpa adanya Program yg menyertainya nonsen akan berhasil. Perlu sekali program pendampingan sebagai jawaban dari jalan keluar dari kemelut serta kekhatiran dari ideologi asing lain yg berupaya merongrong kewibawaan PANCASILA.
Program Penguatan yang menyertainya sebagai pendalaman Jati diri bangsa dari Salam Pancasila adalah SUMPAH PANCASIlA
.
Sumpah Pancasilapun tak akan terasa dan teraba tanpa di sertai dengan Setia Bakti
Agar dapat di implentasikan dalam kehidupan itu tugas dalam program Pembangunan Manusia Pancasila dengan kesungguhan dan kebersamaan di tubuh PPMP itu sendiri